Jalan tol, di samping fungsi fisiknya sebagai jalur bebas hambatan yang menghubungkan dua daerah, juga dapat mendekatkan jarak sosial budaya dan mengintensifkan komunikasi bisnis melalui arus distribusi barang dan jasa yang semakin lancar. Oleh karena itu, faktor kenyamanan saat menggunakan jalan tol sangatlah penting. Walaupun jalan tol dibuat sedemikian rupa untuk menghindari berbagai hambatan, namun antrian panjang akibat transaksi pada gerbang tol tidak dapat dihindari. Sebagai hasilnya, tingkat kepuasan konsumen terhadap sarana ini menurun. Hal tersebut berpengaruh secara tidak langsung terhadap investasi pembangunan jalan tol.
Usaha yang telah dilakukan menurut Direktur Operasional PT Jasa Marga Tbk (2010) antara lain, memindahkan gerbang tol, melebarkan jalan dan menggunakan ETC (e-Toll Card) yang diklaim dapat mengurangi waktu sebuah transaksi tol hingga sebanyak dua detik per transaksi. ETC difungsikan untuk menggantikan uang pas yang menjadi alat pembayaran transaksi pada umumnya. Pengguna jalan tol mengisi ETC-nya dengan sejumlah saldo yang berfungsi sebagai uang maya. Saldo ETC dapat diisi dengan membeli voucher di bank yang mengoperasikan ETC tersebut. Gerbang tol yang menggunakan fasilitas ETC ini disebut Gerbang Tol Otomatis (GTO). Walaupun penggunaan ETC dapat mempersingkat transaksi tol dibandingkan dengan penggunaan uang pas, namun solusi ini memiliki banyak masalah, baik dari hal pelaksanaan maupun sosialisasi. Banyak pengguna jalan tol yang terjebak masuk ke dalam GTO padahal tidak memiliki ETC. Hal ini dikarenakan letak GTO yang sejajar sama dengan gerbang lainnya dan kurangnya sosialisasi. Akibatnya pengguna yang terjebak terpaksa harus membayar dengan uang pas sehingga mengangggu antrian pengguna GTO lainnya. Masalah lainnya adalah mekanisme saldo yang tidak bersahabat. Aturan akan adanya saldo minimal dalam ETC yang tidak bisa digunakan untuk transaksi membuat pengguna sering lupa dengan status ETC-nya, membuatnya terjebak kekurangan saldo di GTO sama dengan pengguna yang tidak memiliki ETC.
3. Gagasan yang Diusulkan
Teknologi yang berkembang pesat saat ini dapat dimanfaatkan sebagai solusi masalah di atas. Salah satu teknologi tersebut adalah RFID (Radio Frequency Identification) yang dapat mempercepat proses transaksi di gerbang-gerbang tol. RFID adalah suatu teknologi untuk menyimpan data pada sebuah Tag dan membacanya dari jarak jauh dengan perangkatReader melalui pemanfaatan media transmisi gelombang radio. Prinsip kerjanya, setiap kendaraan yang akan masuk ke jalan tol harus memiliki Tag RFID yang telah terdaftar oleh operator jalan tol. Pengguna bisa mendapatkan Tag RFID khusus transaksi tol ini melalui dua cara. Cara pertama, pengguna membeli Tag RFID dari pihak operator tol yang dapat digunakan untuk transaksi tol bebas dalam kurun waktu tertentu. Dengan cara ini, Tag RFID menjadi milik pengguna. Umur sebuah unit Tag RFID yang aktif berkisar selama satu tahun sehingga harus diperbaharui. Pengguna dapat meletakannya pada kendaraan dengan posisi yang sudah ditentukan agar dapat berfungsi. Cara kedua, pengguna dapat menggunakan sistem sewa. Ketika memasuki gerbang tol pertama, petugas tol yang berjaga akan memberikan Tag RFID pada kendaraan dan akan diambil kembali pada saat kendaraan meninggalkan tol melalui gerbang keluar. Dengan menggunakan teknologi RFID, diharapkan waktu untuk transaksi tol dapat ditekan menjadi seminimal mungkin. Teknologi RFID memungkinkan hal ini karena menggunakan gelombang radio dalam memancarkan data dari kendaraan ke alat pembaca yang ada di gerbang tol. Dengan demikian pengguna di jalan tol tidak perlu menghentikan kendaraan di depan alat pembaca namun cukup memperlambat kendaraannya hingga di bawah 10 km/jam. Data yang terdapat pada kendaraan sudah dapat dibaca walaupun kendaraan masih berada satu hingga tiga meter dari depan gerbang. Ini akan meningkatkan efisiensi pembacaan data dan mempersingkat waktu yang diperlukan. Untuk tarif dapat digunakan sistem terbuka dimana tarif merata mulai dari awal hingga akhir dari ruas jalan tol maupun sistem tertutup yang berbeda berdasarkan lokasi gerbang masuk tol.
4. Kelebihan dari Gagasan
- Waktu Transaksi Lebih Singkat. Hal ini didukung oleh kemampuan Tag RFID dalam menyimpan data dan memancarkannya kepada perangkat Reader RFID dengan cepat untuk mengirim data. Perangkat Reader sudah dapat membaca data Tag RFID yang terdapat pada kendaraan walaupun jarak kendaraan beberapa dari depan gerbang tol. Kendaraan tidak perlu berhenti untuk membiarkan perangkat Reader membaca data. Kendaraan cukup melaju melalui sisi perangkat yang terpasang pada badan gerbang. Selanjutnya perangkat Reader tersebut secara otomatis akan membaca data dan mengolahnya.
- Otomatisasi Pendataan. Dengan pembacaan dari Reader RFID terhadap Tag RFID yang ada pada setiap kendaraan yang melalui suatu gerbang tol, bisa didapatkan beberapa data. Data tersebut antara lain dapat berupa jumlah kendaraan yang lewat, tingkat kepadatan lalu lintas, gerbang tol mana yang paling sibuk melayani, dan pengidentifikasian kendaraan. Pengidentifikasian suatu kendaraan didapatkan dari nomor identitas pada Tag RFID yang bersifat unik. Tujuannya bisa didapatkan data berupa posisi relatif suatu kendaraan terhadap kendaraan lain di sekitarnya (depan dan belakang), berapa lama kendaraan berada dalam jalan tol, dari gerbang tol mana kendaraan tersebut masuk, kapan suatu kendaraan melalui suatu gerbang tol, dan di gerbang tol mana kendaraan tersebut meninggalkan jalan tol.
- Kualitas dan Kinerja RFID Terus Meningkat. Saat ini teknologi RFID merupakan salah satu teknologi yang berkembang pesat dan banyak dilirik untuk diimplementasikan ke dalam suatu sistem sebagai solusi masalah yang ada.
- Tag RFID Dapat Diperbaharui.
- Hemat Tempat. Ukuran sebuah Tag RFID jenis aktif saat ini tidak lebih besar dari ukuran sebuah koin logam. Dengan ukurannya yang kecil, sebuah Tag RFID dapat mudah diletakan pada kendaraan tanpa menyita banyak tempat. Tag RFID juga tidak memerlukan instalasi khusus pada kendaraan.
- Biaya Mahal. Setiap kendaraan yang akan masuk jalan tol akan diberikan Tag RFID. Oleh karena itu, pihak operator tol perlu menyediakan Tag RFID sejumlah kendaraan yang masuk jalan tol. Harga untuk sebuah Tag RFID aktif dengan baterai untuk pemancar berkisar antara Rp 100.000,- per unit. Menurut data dari perusahaan Jasa Marga per Juli 2010, jumlah kendaraan dari semua golongan yang melalui seluruh jalan tol mencapai 464,6 juta unit. Hal ini berarti operator tol perlu menganggarkan kurang lebih Rp 46,5 Triliun hanya untuk pengadaan unit Tag RFID. Biaya yang besar tersebut belum termasuk biaya pengadaan perangkat Reader RFID dan pendukung lainnya.
- Tetap Melibatkan Uang Pas di Gerbang Keluar. Teknologi RFID ini tidak sepenuhnya menggantikan fungsi uang fisik dalam transaksi tol. Berbeda dengan penggunaan ETC yang tidak melibatkan uang pas saat transaksi di jalan tol, teknologi ini hanya menggantikan uang di gerbang-gerbang tol sebelum gerbang keluar. Pengguna tetap harus membayar dengan uang, baik itu saat menyewa Tag RFID atau saat keluar tol untuk membayar tagihan total.
- Data pada Tag RFID Bersifat Tetap. Untuk menghindari perubahan data Tag RFID secara sepihak oleh pengguna maka digunakanlah Tag RFID berjenis tetap (read-only). Tag RFID jenis ini hanya bisa diisi dengan data sebanyak satu kali dan tidak dapat diubah lagi.
- Data pada Tag RFID Langganan Dapat Dicuri. Pengguna jalan tol yang menggunakan Tag RFID dengan sistem berlangganan berpotensi menjadi korban kejahatan pemalsuan data. Data dalam Tag RFID langganan bisa dibaca dengan perangkat Reader yang serupa dengan yang digunakan pada gerbang tol. Akibatnya pelaku dapat memiliki Tag RFID dengan nomor identitas dan informasi lain yang sama identik dengan milik korban.
6. Teknik Implementasi
Teknik implementasi yang dapat dilakukan antara lain,
- Operator tol dapat diperkenalkan dengan potensi dari teknologi RFID untuk meningkatkan kualitas pelayanan mereka.
- Distributor, komunitas dan kalangan akademis baik lokal maupun non lokal dapat turut membantu untuk kesuksesan penerapan teknologi RFID.
- Kegiatan sosialisasi teknologi RFID diperluas sehingga seluruh masyarakat dapat mengetahui dan memahaminya.
- Menciptakan kondisi yang kondusif untuk mengundang investor lokal atau asing agar mendorong kemajuan sarana jalan tol.
Hasil yang diprediksikan akan tercapai antara lain,
- Teknologi RFID dapat diterima, dimanfaatkan serta dikembangkan oleh masyarakat.
- Operator tol dapat memanfaatkan teknologi RFID sebagai media transaksi tol baru.
- Tingkat kepuasan konsumen jalan tol dapat meningkat, yang berdampak kenaikan nilai investasi.
- Menggerakan kemajuan dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di tanah air.
No comments:
Post a Comment