Induktif adalah proses berpikir yang bertolak dari satu atau sejumlah fenomena individual untu menurunkan suatu kesimpulan (inferensi). Fenomena individual dapat berupa data atau pernyataan yang bersifat faktual. Oleh karena itu, Paragraf Induktif dapat diartikan sebagai paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.
Pada paragraf induktif, gagasan utama terdapat pada kalimat utama dimana kalimat tersebut terletak di akhir paragraf. Kalimat yang terletak sebelum kalimat utama disebut kalimat penjelas. Kalimat penjelas mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus yang mendukung gagasan utama. Berdasarkan hal tersebut, paragraf induktif memiliki ciri-ciri berikut,
- Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa khusus
- Menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
- Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
Generalisasi
Contoh paragraf induktif generalisasi
Saat hasil kompetisi busana diumumkan, ternyata peserta yang berhasil menjadi juara 1 mendapat nilai 89. Peserta yang keluar sebagai juara 2 dan 3 masing-masing memperoleh nilai 86 dan 85. Peserta yang lain mendapat nilai dibawah 85 namun tidak ada seorang pun dengan nilai di bawah 81. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kompetisi ini merupakan kompetisi yang sangat ketat.
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu inferensi yang bersifat umum yang mencakup semua fenomena tersebut. Generalisasi dapat juga diartikan penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan berdasarkan data yang sesuai dengan fakta. Di sini jumlah data (peristiwa khusus) yang ada harus cukup dan dapat mewakili gagasan utama. Generalisasi sendiri dapat dibagi menjadi
- Loncatan induktif. Di sini fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada. Disebut juga generalisasi tidak sempurna karena kesimpulan yang diambil dari sampel fenomena diberlakukan juga kepada seluruh fenomena.
- Tanpa loncatan induktif. Fakta yang diberikan cukup banyak dan meyakinkan. Disebut juga generalisasi sempurna.
Analogi
Penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, maka dapat ditarik suatu kesimpulan. Proses penalaran ini bertolak dari dua peristiwa khusus yang mirip satu sama lain, kemudian menyimpulkan bahwa apa yang berlaku untuk satu hal berlaku juga untuk hal lain. Tujuan dari analogi ini adalah
- Meramalkan kesamaan
Perbandingan dalam analogi terhadap dua data yang berasal dari waktu yang berbeda dapat menunjukan kesamaan sifat atau perilaku untuk peristiwa yang akan terjadi berikutnya.
- Menyingkapkan kekeliruan
Melalui analogi, kesimpulan awal dapat dibandingkan dan diujikan dengan data lain sehingga dapat menguatkan atau menunjukan kesalahan.
- Menyusun sebuah klasifikasi
Dengan membandingkan, dapat ditarik persamaan dan perbedaan yang dapat digunakan untuk pengelompokan fenomena.
Contoh paragraf induktif analogi
Sifat manusia ibarat padi yang terhampar di sawah yang luas. Ketika manusia itu meraih kepandaian, kebesaran, dan kekayaan, sifatnya akan menjadi rendah hati dan dermawan. Begitu pula dengan padi yang semakin berisi, ia akan semakin merunduk. Apabila padi itu kosong, ia akan berdiri tegak. Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.
Sumber:
No comments:
Post a Comment