26 March 2010

Prototyping

Berarti melakukan kegiatan yang berhubungan dengan prototype. Kata prototype berasal dari bahasa Yunani πρωτότυπον (prototypon) yaitu "bentuk primitif", netral dari πρωτότυπος (prototypos), "asli, primitif", dari πρῶτος (protos), "pertama" dan τύπος (typos), "kesan". Sebuah prototipe adalah tipe orisinil, bentuk, atau turunan dari sesuatu yang berfungsi sebagai sebuah contoh tipikal, dasar, atau standar untuk hal-hal lain dari kategori yang sama. Prototype adalah bentuk contoh yang menyerupai sesuatu yang menjadi asalnya atau cerminannya. Biasanya sebuah prototype merupakan alat untuk serangkaian uji coba terhadap suatu produk/sistem (objek uji). Dari hasil pengujian tersebut nantinya didapat data yang berguna untuk pengembangan produk/sistem berikutnya. Data bisa berupa saran dari pemakai prototype, kesalahan-kesalahan yang muncul dan pengamatan dari input-proses-output bila ada.

Terdapat dua jenis prototype, antara lain
  1. Suatu Sistem yang akan menjadi sistem operasional. Suatu sistem disiapkan oleh pengembang seolah sistem tersebut siap untuk diluncurkan dan dioperasikan penuh oleh pemakai. Akan tetapi sebelum diluncurkan, sistem tersebut dilepas sebagai objek uji coba oleh pemakai dalam jumlah yang terbatas. Pemakai yang dipilih biasanya yang memahami bagaimana seharusnya sistem tersebut bekerja sehingga memudahkan pengujian. Namun terkadang ada pula pemakai awam yang dilibatkan untuk menguji kemudahan dan kenyamanan operasi sistem.
  2. Suatu model yang dapat dibuang yang berfungsi sebagai cetak biru bagi sistem operasional. Disini sistem yang akan menjadi prototype dengan yang akan dirilis di masa depan tidak identik atau berbeda. Melalui ini biasanya prototype tidak memiliki selruh fitur yang ada pada sistem yang sebenarnya. Hanya fungsi-fungsi penting atau tertentu yang ingin diuji dimasukan ke dalamnya. Fungsi atau elemen pendukung biasanya tidak diikutsertakan sehingga biasanya ini hanya melibatkan pemakai yang mahir.
Karakteristik metode prototyping meliputi langkah-langkah :
  1. Pemilahan fungsi
  2. Penyusunan Sistem Informasi
  3. Evaluasi
  4. Penggunaan Selanjutnya
Jenis-jenis prototyping meliputi
  1. Feasibility prototyping
  2. Requirement prototyping
  3. Desain Prototyping
  4. Implementation prototyping
Teknik-teknik prototyping meliputi
  1. Perancangan Model
  2. Perancangan Dialog
  3. Simulasi
Sumber: Wikipedia, Blog dan lainnya.

No comments:

Post a Comment