user tidak akan pernah mau mempelajari tata cara pengoperasian suatu halaman Web, baik dikarenakan oleh Web yang lambat atau desain yang sulit dimengerti. User harus tahu bagaimana cara menggunakan sebuah Web, sesaat setelah melihatnya tanpa perlu mengikuti pelatihan khusus.
Pernyataan tuan Jakob Nielsen tersebut sudah pasti diamini oleh semua user. User menuntut adanya kemudahan antar muka tanpa mengorbankan fungsi (kegunaan) dari alat tersebut. Hal ini menjadi tantangan bagi para developer/produsen untuk memenuhi kebutuhan user ini.
Pengertian
Menurut Wikipedia, Usability adalah istilah yang digunakan untuk menunjukan kemudahan dengan orang mana yang dapat memperkerjakan suatu alat atau objek buah tangan dari manusia dalam rangka untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Lalu menurut Jakob Nielsen, Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menunjukan seberapa mudah sebuah user interface digunakan. user interface yang dimaksud dapat berasal dari berbagai produk dunia IT seperti Web dan Aplikasi lunak.
Aspek penting
Dalam membangun usability yang baik dan tepat sasaran, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Mengapa harus tepat sasaran? suatu usability yang telah dibangun untuk suatu lingkungan khusus belum tentu akan berfungsi dengan sama ketika digunakan di lingkungan lain. Desain muka untuk situs khusus anak-anak dibawah usia remaja memang mudah dimengerti namun belum tentu bisa diterapkan pada situs layanan perbankan, walaupun kedua sama-sama menuntut kemudahan antar muka agar langsung dimengerti. Kembali lagi, aspek-aspek yang perlu diperhatikan saat merancang usability adalah:
- Siapa user yang akan menggunakannya. user memiliki masalah tersendiri dalam operasinya. Contoh anak-anak bermasalah saat membaca istilah link yang sulit dan manula (usia lanjut) cenderung kesulitan bila tampilan huruf kecil dan tipis.
- Apa yang mereka tahu. Pengetahuan setiap user tentu berbeda.
- Apa yang dapat mereka pelajari. Memaksa user untuk mengerti hal sulit diluar kemampuan mereka sudah tentu tak akan berhasil.
- Apa yang user ingin lakukan. Sediakan semua fungsi yang diperlukan secara efisien dan tepat.
- Latar belakang user. Ini mempengaruhi bagaimana user berinteraksi nantinya.
- Konteks kerja user.
- Apa yang harus diterima mesin. Data yang dikumpulkan harus sesuai kebutuhan proses berikutnya.
Komponen-komponen yang menentukan kualitas dari sebuah aspek usability ketika sudah diterapkan,
- Learnability, berapa banyak yang dapat user mengerti saat mengenal suatu objek pertama kali.
- Efficiency, setelah user mengerti, seberapa cepat mereka dapat mencapai tujuannya.
- Memorability, seberapa lama user tetap ingat cara pengoperasian desain yang sama saat pertama kali mereka pelajari.
- Errors, seberapa banyak kesalahan yang muncul? apakah tergolong serius atau tidak.
- Satisfaction, seberapa puas user.
Hambatan dalam penerapan
Alasan kenapa masih ada desain interface yang belum menerapkan konsep usability dalam produk mereka:
- Usability dianggap mahal. Hal pertama yang terbayang saat memikirkan suatu usability yang bagus adalah biaya menyewa profesioanl berpengalaman untuk mengerjakannya.
- Usability dianggap memerlukan waktu yang lama. Perancangan tidak boleh sembarangan dan perlu dipikirkan sehingga dianggap menambah resio melebihi batas waktu proyek. Namun hal ini dapat ditentang mengingat usability menekankan efisiensi. Fungsi-fungsi yang tidak diperlukan user maupun proses pengolahan data dapat ditiadakan sehingga menghemat waktu dan biaya.
- Usability dianggap menurunkan kreativitas. Kreativitas seseorang menjadi seakan tidak berarti bila bertentangan dengan usability. Padahal nilai kreativitas seseorang juga ditentukan oleh nilai gunanya. Seindah apapun karyanya, bila tidak tepat guna atau sulit dimengerti (usability) maka akan bermasalah. Pahami usability dengan segala atributnya dan berkreasilah sesuai ruang lingkup usability agar karya tersebut berguna bagi yang memakainya.
ndra, lu kan nyangkutin ke web. Nah, gimana soal aplikasi yang lain, kayak aplikasi pemograman, video editing, foto editing, audio editing. Semua program tu masih susah digunain buat orang awan
ReplyDeleteSemua aplikasi yang disebutkan tsb memiliki bidangnya masing-masing. User awam ketika dihadapkan kepada aplikasi diatas bukannya kesulitan dalam mengoperasikan, tetapi cenderung tidak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang akan terjadi atau tidak tahu mengenai istilah-istilah yang dipakai. seorang user yang mengerti betul bidang kerja aplikasi tersebut dapat segera mempelajarinya. Contohnya seorang Editor pro tidak akan kesulitan (atau setidaknya sedikit sulit saja di awal) memakai video editting selama istilah fungsi yang dipakai masih sama. Untuk interface aplikasi hingga saat ini belum banyak berkembang dari Popup, Toolbar, Menubar, Pane dsb yang dimana semuanya umum digunakan di berbagai jenis aplikasi. Jadi mempersoalkan seorang awam yang kesulitan di aplikasi dengan istilah yang tidak dimengerti olehnya adalah hal di luar konteks.
ReplyDelete